Pelatihan membatik di Desa Maduretno yang diikuti oleh para ibu dan remaja setempat. Mereka bekerja bersama di area terbuka, menata kain batik pada rangka kayu untuk proses pewarnaan dan pengeringan..png)
Di sisi kiri tampak bangunan Gedung Perpustakaan Desa Maduretno, sementara di sisi kanan terdapat bangunan berwarna hijau yang menjadi area aktivitas peserta. Para peserta tampak antusias dan fokus dalam membuat motif batik—sebuah upaya nyata untuk melestarikan budaya leluhur melalui pembelajaran langsung dan praktik bersama.
Pelatihan seperti ini tidak hanya menjaga keberlanjutan seni batik tradisional, tetapi juga menguatkan kebersamaan masyarakat serta membuka peluang peningkatan ekonomi kreatif di desa.
Pelatihan membatik yang berlangsung di dalam sebuah gedung olahraga atau balai serbaguna di Desa Maduretno. Ruangan tersebut cukup luas untuk pelatihan membatik
Aktivitas Peserta
Beberapa kelompok ibu-ibu dan remaja putri tampak duduk ataupun berdiri sambil mengerjakan batik di atas kain yang dibentangkan pada rangka kayu. Terlihat tiga hingga empat orang sedang mencanting motif pada kain putih yang dipasang di rangka. Mereka tampak serius dan fokus, beberapa peserta duduk di kursi kecil sambil mengerjakan detail motif batik menggunakan canting dan malam/lilin panas, ada juga peserta duduk berkelompok, tampaknya sedang mengikuti instruksi atau membuat pola dasar batik.
Peralatan dan Lingkungan
-
Terdapat canting, kompor kecil untuk memanaskan malam/lilin , serta berbagai peralatan batik lainnya yang tersebar rapi di sekitar peserta.
-
Di dinding belakang terlihat beberapa contoh kain bermotif batik yang digantung, mungkin sebagai referensi atau hasil latihan.
Kegiatan ini tampak berjalan dengan penuh semangat dan kebersamaan. Peserta dari berbagai usia terlibat aktif dalam melestarikan seni batik tradisional, menunjukkan bahwa pelatihan ini tidak hanya teknis, tetapi juga menjadi sarana memperkuat budaya, kreativitas, dan interaksi sosial antar warga Desa Maduretno.